Jumat, 23 Maret 2012

renpra pepak folio

| Jumat, 23 Maret 2012 | 0 komentar

No

Dx Kep

Tujuan

Intervensi

Rasional


Nyeri akut b.d prosedur pembedahan (SC)


Definisi :

Sensori yang tidak menyenangkan dan pengalaman emosional yang muncul secara aktual atau potensial kerusakan jaringan atau menggambarkan adanya kerusakan : serangan mendadak atau perlahan intensitasnya dari ringan s.d. berat yang dapat diantisipasi dengan akhir yang dapat diprediksi dan dengan durasi kurang dari 6 bulan.

Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2x24 jam, nyeri berkurang.


Pain Control :

  1. Mengenali penyebab nyeri

  2. Mengenali onset nyeri

  3. Menggunakan cara-cara preventif

  4. Menggunakan penanganan non analgesik

  5. Melaporkan gejala-gejala untuk mendapat perawatan

  6. Melaporkan tanda-tanda nyeri hebat

  7. Menggunakan sumber-sumber yang ada

  8. Melaporkan dapat mengontrol nyeri

  9. Menggunakan teknik relaksasi, dan distraksi

  10. Melaporkan kenyamanan

        1. Tentukan skala nyeri pada awal pertemuan

        2. Minta klien mendiskripsikan nyeri yang pernah dialami dan manajemen pengurangan nyeri yang pernah dilakukan (misalnya pada pengalaman partus yang lalu)

        3. Diskripsikan efek buruk nyeri yang tidak tertangani

        4. Minta klien untuk melaporkan tanda-tanda nyeri hebat, lokasi, intensitas/skala dan kualitas nyeri

        5. Kaji pengobatan yang pernah dan telah digunakan oleh klien

        6. Kaji kebutuhan klien akan analgetik, kelola pemberian sesuai ketentuan

        7. Dapatkan resep untuk mengelola obat non-opioid (acetaminofen), cox-2 inhibitor atau NSAID)

        8. Dapatkan resep untuk mengelola analgetik non opioid, terutama untuk nyeri yang sangat hebat

        9. Disamping menggunakan analgetik, dorong klien menggunakan penanganan non-analgetik seperti teknik distraksi dan relaksasi, imageri dan massase

  1. Intensitas, karakter, onset, durasi dan faktor yang mengurangi nyeri harus dikaji dan didokumentasikan pada evaluasi awal

  2. Sejumlah hambatan mungkin mempengaruhi keinginan klien untuk mengekspresikan nyeri dan menggunakan analgetik

  3. Sejumlah faktor fisiologis dan psikologis yang mempengaruhi morbiditas b.d nyeri

  4. Intensitas nyeri dan ketidaknyamanan harus dikaji setelah dilakukan berbagai prosedur dengan laporan nyeri yang baru pada interval yang teratur

  5. Untuk membantu perencanaan dan perawatan nyeri harus mendapatkan riwayat pengobatan

  6. Intervensi farmakologis merupakan inti manajemen nyeri

  7. Aktivitas NSAID terutama pada perifer untuk menghambat inisiasi impuls nyeri. Apabila kontraindikasi, semua klien nyeri akut harus mendapatkan ATC non opioid

  8. Analgetik opioid diindikasikan untuk perawatan nyeri sedang hingga berat

  9. Strategi perilaku kognitif dapat meningkatkan kontrol diri klien, aplikasi diri, partisipasi aktif dalam perawatan diri sendiri

Related Post



0 komentar:

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( =))

Poskan Komentar

 

Archives

Pengunjung


widgeo.net

Ayat Al Quran

Follower

© Copyright 2010. wahidnh.blogspot.com . All rights reserved | wahidnh.blogspot.com is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com - zoomtemplate.com| Modified by wahidnh.blogspot.com